Pemimpin yang juga Negarawan

soekarno-039

Sumber Gambar : Link

Setiap orang dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin, minimal mereka memimpin dirinya sendiri. Pemimpin merupakan seorang yang memiliki peran penting dalam sebuah organisasi baik pemerintahan maupun organisasi sosial. Dalam hal pemerintahan, pemimpin bisa juga diartikan seorang presiden, anggota dewan, maupun seorang menteri. Saat ini Saya akan mengutarakan pendapat mengenai pemimpin yang berada dalam koridor pemerintahan.

Seorang pemimpin dalam koridor pemerintahan, yang salah satu tugas pokoknya adalah mengabdi kepada negara, seharusnya lebih mementingkan kepentingan negara nya diatas segala kepentingan pribadinya. Fenomena di negeri entah berantah sungguh membuat hati ini menangis. seorang pemimpin yang seharusnya mengatasnamakan negara dalam bertindak seringkali mementingkan kepentingan pribadi maupun partainya. Sudah menjadi rahasia umum apabila masing-masing wakil rakyat membuat keputusan untuk menguntungkan partainya, bahkan tidak sedikit pula yang hanya demi kepentingan pribadi saja. Seolah-olah bekerja dalam sebuah pemerintahan hanya digunakan sebagai alat untuk memuaskan nafsu pribadinya saja dengan tidak melihat kepentingan yang lebih luas untuk negaranya. Kadang mereka menjadi abdi negara hanyalah untuk bekerja, alasan komersil yang menjadi landasan utama, bukan untuk mewakili kepentingan rakyat yang telah memilih mereka.

Seorang pemimpin yang telah menduduki jabatan tertinggi di negeri entah berantah, katakanlah seorang presiden, juga seharusnya bertindak demi kepentingan rakyatnya, apabila berkata, perkataan tersebut mencerminkan hati rakyatnya, apabila bertindak tindakan tersebut haruslah yang menguntungkan rakyatnya, apabila memberi keputusan, keputusan tersebut haruslah menjadi keinginan rakyatnya. Kadangkala pemimpin tertinggi di negeri entah berantah menjadi dua orang yang berbeda, terkadang berbicara atas nama partai, terkadang berbicara atas nama rakyat negara. Pemimpin yang seperti itu menurut Saya pemimpin yang tidak siap memimpin hal yang lebih besar, seakan-akan nama partai disamakan sederajat atas nama bangsanya dan kepemimpinannya hanyalah struktur jabatan yang merupakan bagian dari pekerjaan yang sedang dia jalani. Pemimpin seharusnya berbicara lebih bijak, tidak mengurusi partai, dan fokus pada kegiatan yang memiliki kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan negara. Pemimpin kurang begitu bijaksana apabila menanggapi isu tentang partainya secara berlebihan, hingga menggunakan kata 1000%, 2000%, tetapi tidak berlebihan apabila berkomentar tentang adanya berita mengenai krisis kelaparan, krisis kependidikan, atau krisis infrastruktur yang menghambat laju perekonomian seperti jembatan yang tidak layak pakai.

Kita patut belajar pada pendahulu bangsa Indonesia, dimana mereka berbicara atas nama kepentingan orang banyak, atas nama negara, sebut saja Ir Soekarno, Moh Hatta, atau panglima besar Jend. Soedirman. Jiwa dan raga mereka curahkan untuk mengurus kepentingan negara. Kecintaan mereka terhadap negara diwujudkan dengan karya-karya mereka atau tindakan yang didasarkan pada kepentingan orang banyak, Mereka bisa dikatakan sebagai pemimpin yang juga Negarawan.

“ask not what your country can do for you, but what you can do for your country.”  John F. Kennedy

Semoga Indonesia Jaya. Merdekaaa !!!

Tagged , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: